02/09/2026 8:15 AM

Wagub Aceh Salurkan 50 Ribu Al-Qur’an dari Arab Saudi untuk Masjid dan Dayah

Dinas Syariat Islam Aceh, Dinas Syariat Islam kabupaten/kota, perwakilan Dayah, berfoto bersama Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE., dan Bupati Aceh Tamiang, Irjan Pol. (Purn) Armia Pahmi, usai penyerahan secara simbolis Al-Quran bantuan Kerajaan Arab Saudi untuk kebutuhan pascabencana Hidrometeorologi di Aceh, di Aula Kantor Bupati Aceh Tamiang, Kamis (20/8/2026). Foto: tabaca/HO-Humas Aceh

Sebanyak 50.000 Al-Qur’an bantuan Kerajaan Arab Saudi disalurkan untuk masyarakat Aceh. Bantuan tersebut diarahkan ke masjid, meunasah, dayah, balai pengajian, lembaga pendidikan Al-Qur’an hingga keluarga yang membutuhkan, terutama mereka yang terdampak bencana.

Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, SE (Dek Fadh), menyerahkan bantuan secara simbolis di Aceh Tamiang, Kamis (20/8/2026). Penyaluran ini menjadi bagian dari dukungan untuk memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat di tengah proses pemulihan pascabencana.

Fadhlullah menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Aceh melalui bantuan tersebut.

“50.000 Al-Qur’an yang kita terima hari ini bukan sekadar bantuan berupa mushaf, tetapi amanah dan simbol kepedulian untuk menguatkan hati masyarakat Aceh dalam menghadapi masa pemulihan,” kata Fadhlullah.

Menurutnya, bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga membawa beban psikologis dan sosial bagi masyarakat. Karena itu, proses pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan menghidupkan kembali aktivitas keagamaan.

“Pemulihan bukan hanya soal membangun kembali rumah, jalan atau fasilitas yang rusak. Kita juga harus membangun kembali kekuatan batin dan semangat masyarakat agar mereka mampu bangkit,” ujarnya.

Ia berharap Al-Qur’an yang disalurkan dapat segera dimanfaatkan, terutama di masjid, meunasah, dayah dan balai pengajian yang membutuhkan tambahan mushaf atau mengalami kerusakan akibat bencana.

Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan melalui Dinas Syariat Islam kabupaten/kota agar penyalurannya tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Fadhlullah mengingatkan agar bantuan tersebut tidak berhenti sebagai simbol kepedulian. Ia meminta Al-Qur’an yang telah diterima benar-benar digunakan untuk membaca, mempelajari, mengajarkan dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.

“Jangan sampai Al-Qur’an hanya tersimpan dan menjadi pajangan. Mari kita baca, kita pelajari, kita ajarkan dan kita amalkan. Insya Allah, dari sanalah kekuatan untuk bangkit itu tumbuh,” tegasnya.

Kepada masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana, Fadhlullah mengajak semua pihak untuk tidak berjalan sendiri-sendiri. Solidaritas, persaudaraan dan kepedulian sosial, kata dia, harus terus diperkuat hingga proses pemulihan benar-benar tuntas.

“Bencana memang meninggalkan kesedihan, tetapi insya Allah juga mengajarkan kepada kita arti keteguhan, kepedulian dan kebersamaan. Mari kita bangkit bersama dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan,” pungkas Fadhlullah.

Penyerahan bantuan turut dihadiri Bupati Aceh Tamiang, unsur Forkopimda Aceh Tamiang, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, para Kepala Dinas Syariat Islam kabupaten/kota, alim ulama, tokoh masyarakat dan sejumlah undangan lainnya.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU