09/08/2026 5:42 AM

Bawaslu Banda Aceh Hadirkan Edukasi Demokrasi Inklusif bagi Siswa SLB Bukesra

Suasana penuh tawa, semangat, dan antusiasme mewarnai kegiatan Fasilitasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan yang digelar Bawaslu Kota Banda Aceh di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bukestra Aceh, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang diikuti 40 siswa tingkat SMA tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu memperluas pendidikan demokrasi sekaligus memperkenalkan layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Program edukasi ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Banda Aceh, Ely Safrida, didampingi Anggota Bawaslu Ambia Dianda dan Zahrul Fadhi, serta jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Banda Aceh. Kehadiran pimpinan Bawaslu menjadi wujud komitmen lembaga dalam memastikan pendidikan kepemiluan dan layanan informasi publik dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Banda Aceh, Ely Safrida, menegaskan bahwa hak memperoleh informasi publik merupakan hak konstitusional setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Karena itu, Bawaslu terus mendorong pelayanan PPID yang terbuka, mudah diakses, dan berorientasi pada prinsip inklusivitas.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam memperoleh informasi publik. Semua memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan yang mudah, terbuka, dan inklusif,” ujar Ely.

Selain memperkenalkan layanan PPID, Bawaslu juga memberikan pemahaman dasar mengenai demokrasi dan kepemiluan kepada para peserta. Materi disampaikan secara sederhana, interaktif, dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik agar mudah dipahami.

Anggota Bawaslu Kota Banda Aceh, Ambia Dianda, mengatakan pendidikan kepemiluan sejak dini penting untuk membangun kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.

“Kegiatan ini bukan sekadar mengenalkan pemilu, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri bahwa adik-adik semua adalah bagian dari demokrasi Indonesia. Tidak ada perbedaan dalam hak untuk belajar, memperoleh informasi, maupun berpartisipasi. Hari ini kita belajar bersama, berdiskusi bersama, dan membuktikan bahwa demokrasi adalah milik kita semua,” kata Ambia.

Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung hangat dan penuh interaksi. Para siswa tampak aktif mengikuti setiap sesi, didampingi para guru yang turut membangun diskusi. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait demokrasi, hak memilih, hingga pentingnya akses terhadap informasi publik.

Kepala SLB Bukestra Aceh, Taufik Sulaiman, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi Bawaslu Kota Banda Aceh yang telah menghadirkan edukasi kepemiluan di lingkungan sekolahnya. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dan mudah dipahami oleh peserta didik berkebutuhan khusus.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu Kota Banda Aceh yang telah memilih SLB Bukestra Aceh sebagai lokasi kegiatan ini. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman tentang demokrasi, hak sebagai warga negara, serta akses terhadap informasi publik. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak wawasan yang diperoleh anak-anak kami,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Banda Aceh kembali menegaskan komitmennya untuk membangun demokrasi yang inklusif, di mana setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan kepemiluan dan akses informasi publik tanpa diskriminasi. Semangat kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan menjadi bukti bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk belajar, berpartisipasi, dan mengambil bagian dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU