24/09/2026 11:02 AM

Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Doa dari Aceh Terus Mengalir

Jurnalis lintas organisasi di Lhokseumawe berdoa dan yasinan untuk Jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda usai pencarian dihentikan di hari ke 10, Jumat (18/9/2026). Foto: tabaca/HO

Memasuki hari ke-10 pencarian lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Anak Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda, puluhan wartawan di Aceh menggelar yasinan dan doa bersama. Mereka berharap kelima jurnalis beserta tiga kru kapal segera ditemukan.

Yasinan digelar Aliansi Wartawan Pasai (AWP) di Anjungan Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Doa bersama dipimpin Tgk Irfan dan diikuti puluhan wartawan dari wilayah tugas Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Kegiatan tersebut turut dihadiri wartawan lintas organisasi profesi, di antaranya Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), dan Persatuan Wartawan Aceh (PWA).

Lima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya yakni M Bagus Khoirunnas, wartawan Kantor Berita Antara; Ari Basuki, wartawan Merdeka.com; Yudhistiro, wartawan iNews; Firdaus, jurnalis Anadolu; serta Donal, wartawan lepas.

Koordinator Panitia Pelaksana Yasinan, Rahmad, mengatakan doa bersama tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus solidaritas wartawan Aceh terhadap rekan-rekan seprofesi yang hingga kini masih dalam pencarian.

“Kita meminta pertolongan atau mukjizat dari Allah dengan yasinan dan doa bersama hari ini. Semoga kelima jurnalis dan tiga kru kapal segera ditemukan,” kata Rahmad.

Menurutnya, pencarian yang telah memasuki hari ke-10 menjadi perhatian bersama kalangan jurnalis. Ia berharap seluruh proses pencarian dapat berjalan lancar dan memberikan kabar baik bagi keluarga maupun rekan-rekan para korban.

Rahmad juga mengajak seluruh jurnalis untuk terus memanjatkan doa bagi kelima rekannya yang belum diketahui keberadaannya.

“Doa bersama ini juga menjadi pengingat bahwa di balik tugas jurnalistik di lapangan, terdapat risiko dan tantangan yang harus dihadapi demi menyajikan informasi kepada publik,” ujarnya.

Sementara itu, Tgk Irfan yang memimpin doa berharap keberadaan kelima jurnalis dan tiga kru kapal segera diketahui dan mereka dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

“Kita berharap dengan berkat pembacaan Surat Yasin ini, kelima jurnalis beserta kru kapal segera ditemukan dan bisa kembali berkumpul bersama keluarganya, jika Allah berkehendak memberikan mereka umur panjang,” kata Tgk Irfan.

Ia juga mendoakan agar apabila Allah SWT berkehendak lain, para jurnalis dan kru kapal tersebut tetap ditemukan dalam kondisi terbaik.

“Kendatipun Allah berkehendak lain, semoga dengan berkat pahala pembacaan Surat Yasin ini, jasadnya ditemukan, husnul khatimah dan ditempatkan di tempat terindah di sisi Allah,” ujarnya.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU