BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe menggelar kegiatan Semarak Gerak Sehat Prolanis yang diikuti ratusan peserta dari seluruh klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di tujuh puskesmas wilayah Kota Lhokseumawe, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Hiraq tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran dalam mengelola penyakit kronis.
Selain senam bersama, kegiatan juga diisi dengan edukasi kesehatan oleh dokter spesialis, pemeriksaan kesehatan gratis, sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) JKN, serta aksi donor darah.
Wali Kota Lhokseumawe yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe, Mirdha Ihsan, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Semarak Gerak Sehat Prolanis memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya mendorong aktivitas fisik, tetapi juga memperkuat edukasi kesehatan.
“Kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan secara rutin dan diperkuat melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Lhokseumawe. Selain berolahraga, masyarakat juga memperoleh edukasi kesehatan, informasi Program JKN dan REHAB JKN, pemeriksaan kesehatan gratis hingga donor darah,” ujar Mirdha.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe, Rita Masyita Ridwan, menegaskan bahwa Program JKN tidak hanya berorientasi pada pembiayaan layanan kesehatan, tetapi juga mengedepankan upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat.
Rita mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 Program JKN secara nasional telah membiayai pelayanan kesehatan lebih dari Rp191,3 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 26,42 persen dialokasikan untuk penanganan penyakit katastropik, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan kanker.
“Sebagian besar penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Karena itu, Prolanis menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas hidup peserta JKN,” katanya.
Di Kota Lhokseumawe sendiri, tercatat 7.419 peserta aktif Prolanis, dengan 496 orang di antaranya berusia di bawah 45 tahun. Data tersebut menunjukkan bahwa penyakit kronis kini juga mulai dialami kelompok usia produktif.
Atas dasar itu, BPJS Kesehatan terus mendorong penguatan Program Prolanis Muda, yang ditujukan bagi peserta usia produktif agar lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko atau telah didiagnosis menderita diabetes melitus maupun hipertensi.
“Prolanis Muda menjadi momentum bagi generasi produktif untuk lebih peduli terhadap kesehatan sehingga dapat mencegah komplikasi penyakit kronis sejak dini,” ujar Rita.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan skrining riwayat kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN guna mengetahui risiko penyakit lebih awal sehingga dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis.
Selain mengampanyekan pola hidup sehat, kegiatan tersebut juga berhasil menghimpun 32 kantong darah dari para peserta dan tamu undangan yang terdiri atas perwakilan badan usaha, Dinas Kesehatan, puskesmas, serta Duta BPJS Kesehatan. Seluruh darah yang terkumpul diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pada kesempatan itu, seluruh peserta juga bersama-sama mengucapkan Ikrar Pelayanan JKN Tanpa Kecurangan sebagai bentuk komitmen menjaga integritas dan keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional.





