24/09/2026 5:17 PM

DIKPI Gagas APTKI, Satukan Kampus Pengkaji Ilmu Kepolisian Perkuat Riset dan Inovasi Nasional

Ketua Umum DIKPI yang juga Kepala BNN Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., bersama jajaran Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI) di Gedung KWJ UI, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Foto: Istimewa

Upaya memperkuat fondasi keilmuan kepolisian di Indonesia terus didorong. Perkumpulan Doktor Ilmu Kepolisian Indonesia (DIKPI) menginisiasi pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian Indonesia (APTKI) sebagai wadah kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan pendidikan, riset, hingga rekomendasi kebijakan di bidang kepolisian.

Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua Umum DIKPI, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., dengan jajaran Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI) di Gedung KWJ UI, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Pertemuan itu menjadi langkah awal membangun sinergi akademik antara perguruan tinggi penyelenggara kajian ilmu kepolisian. Tujuannya bukan sekadar membentuk organisasi baru, melainkan menghadirkan ekosistem keilmuan yang mampu menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Delegasi DIKPI dipimpin langsung oleh Dedy Tabrani yang juga menjabat sebagai Kepala BNN Provinsi Aceh, didampingi Sekretaris Jenderal DIKPI, Kombes Pol. Dr. Susilo Edy. Dari pihak UI hadir Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Prof. Dr. Supriatna bersama jajaran pimpinan, sementara STIK-PTIK Polri diwakili Ketua Program Doktor Ilmu Kepolisian, Kombes Pol. Dr. Benny Saragih.

Sebagai konseptor pembentukan APTKI, Dedy menilai kolaborasi antarkampus menjadi kebutuhan mendesak agar pengembangan ilmu kepolisian berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

“APTKI diharapkan menjadi rumah bersama bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi akademik, penelitian, dan pengembangan ilmu kepolisian sehingga mampu melahirkan ekosistem keilmuan yang adaptif serta menjawab tantangan masa depan,” kata Dedy.

Menurutnya, pembentukan asosiasi ini juga menjadi jembatan untuk menyatukan potensi perguruan tinggi dalam memperkuat kualitas pendidikan, memperluas riset kolaboratif, dan mendorong lahirnya inovasi di bidang kepolisian.

Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI, Prof. Dr. Supriatna, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia berharap APTKI berkembang menjadi pusat kolaborasi intelektual, bukan sekadar organisasi formal.

Menurutnya, asosiasi ini dapat menjadi ruang bersama untuk menyusun kurikulum yang adaptif, memperkuat publikasi ilmiah, memperluas pertukaran pengetahuan, hingga menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis riset bagi pembangunan sistem kepolisian dan keamanan nasional.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Program Doktor Ilmu Kepolisian STIK-PTIK Polri, Kombes Pol. Dr. Benny Saragih. Ia menegaskan, kepolisian modern membutuhkan fondasi akademik yang kuat agar mampu menghadapi dinamika keamanan abad ke-21.

Baginya, reformasi kelembagaan harus berjalan seiring dengan penguatan riset, inovasi, pendidikan, dan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi DIKPI, Universitas Indonesia, dan STIK-PTIK Polri dalam membangun ekosistem keilmuan kepolisian yang lebih kokoh.

Jika terealisasi, APTKI diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan institusi kepolisian, sekaligus memperkuat daya saing ilmu kepolisian Indonesia di tingkat global.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU