Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memastikan pembangunan dua jembatan permanen di Kabupaten Bireuen, Aceh, yakni Jembatan Krueng Tingkem di Kecamatan Kuta Blang dan Jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli, berjalan sesuai target. Kedua jembatan tersebut ditargetkan mulai difungsikan pada akhir Agustus 2026.
Kepastian itu disampaikan Dody usai meninjau langsung progres pembangunan kedua jembatan pada Rabu (29/7). Menurutnya, pekerjaan konstruksi masih sesuai jadwal dan hingga kini tidak menghadapi kendala teknis yang berarti.
“Pekerjaan masih sesuai progres dan sesuai jadwal awal. Insya Allah akhir Agustus 2026 bisa selesai dan fungsional. Kami berharap cuaca terus mendukung sehingga pekerjaan dapat berjalan maksimal,” kata Dody dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Kedua jembatan tersebut dibangun kembali secara permanen setelah jembatan lama putus akibat bencana yang melanda Aceh pada akhir November 2025. Khusus Jembatan Krueng Tingkem di Kuta Blang, keberadaannya sangat vital karena menjadi bagian dari ruas jalan nasional yang menghubungkan Banda Aceh dengan Medan.
Dody mengatakan, kondisi cuaca yang relatif bersahabat selama musim kemarau menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian proyek.
“Sejauh ini cuaca masih bersahabat. Harapannya pekerjaan bisa lebih cepat sehingga konektivitas pada ruas utama Medan-Aceh dapat segera pulih secara optimal,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan permanen kedua jembatan merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keandalan infrastruktur jalan nasional sekaligus memulihkan layanan transportasi masyarakat pascabencana.
Untuk Jembatan Krueng Tingkem, pemerintah membangun duplikasi jembatan sepanjang 149,7 meter dengan nilai kontrak sebesar Rp107,5 miliar. Proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya tersebut telah mencapai progres fisik 74,46 persen per 29 Juli 2026.
Sementara itu, Jembatan Teupin Mane dibangun menggunakan struktur rangka baja sepanjang 80 meter + 80 meter dengan lebar 12 meter. Jembatan ini dilengkapi satu unit pier berpondasi bored pile serta sistem proteksi oprit menggunakan soldier pile guna meningkatkan ketahanan konstruksi.
Dody menegaskan, percepatan penyelesaian kedua proyek tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana. Dengan selesainya kedua jembatan itu, konektivitas di koridor utama Medan–Aceh diharapkan kembali normal sehingga distribusi barang, mobilitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi dapat pulih secara optimal.





