09/08/2026 5:59 AM

Harga Semen Aceh Tembus Rp120 Ribu, Azhari Cage Turun Tangan Sidak SBA

Anggota Komite II DPD RI, Azhari Cage, saat melakukan kunjungan kerja ke PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga, Aceh Besar, untuk memastikan proses distribusi semen di Aceh sudah sesuai ketentuan yang berlaku, Sabtu (8/8/2026). Foto: tabaca/HO

Harga semen yang melonjak hingga sekitar Rp120 ribu per sak di pasaran Aceh mendapat perhatian serius dari Anggota DPD RI, Azhari Cage. Ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (8/8/2026).

Sidak dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan tingginya harga semen. Azhari ingin memastikan persoalan tersebut tidak terjadi akibat terganggunya distribusi dari pabrik hingga ke tingkat distributor dan konsumen.

Dalam kunjungannya, Azhari meninjau langsung proses produksi semen di pabrik SBA. Ia juga meminta perusahaan segera mengevaluasi jalur distribusi, termasuk memanggil para distributor untuk mengetahui penyebab kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.

Produksi Naik 35 Persen, Semen Justru Langka

Azhari mengungkapkan, berdasarkan penjelasan General Manager PT Solusi Bangun Andalas, Adi Santoso, produksi semen SBA justru meningkat sekitar 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bahkan, kata dia, operasional produksi tetap berjalan pada Sabtu dan Minggu dengan sistem produksi hingga 24 jam.

“Produksi meningkat 35 persen dari tahun lalu. Sekarang pun Sabtu-Minggu tetap produksi, bahkan operasional produksi mencapai 24 jam,” kata Azhari.

Menurutnya, kondisi tersebut semestinya membuat pasokan semen di pasaran mencukupi. Karena itu, kelangkaan yang terjadi di tengah masyarakat perlu ditelusuri lebih jauh, terutama pada rantai distribusi.

“Dari keterangan tersebut, seharusnya semen tidak langka di pasaran. Maka kita minta kepada PT Solusi Bangun Andalas agar memanggil para distributor dan mengevaluasi jalur distribusinya,” ujarnya.

Punya Pabrik di Aceh, Harga Malah Lebih Mahal

Azhari menilai persoalan harga semen di Aceh tidak bisa hanya dilihat dari sisi produksi. Jalur distribusi hingga tingkat konsumen harus dibuka dan dievaluasi secara menyeluruh.

Ia bahkan menyoroti kondisi yang dinilainya ironis: Aceh memiliki pabrik semen, namun harga semen di Aceh justru disebut lebih mahal dibandingkan Medan.

“Kita punya pabrik semen, tapi harga lebih murah di Medan. Ini juga harus menjadi perhatian pabrik Semen Andalas, pemerintah daerah, serta PT Semen Indonesia Group,” tegasnya.

Menurut Azhari, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama. Jangan sampai keberadaan pabrik semen di Aceh tidak memberikan dampak terhadap kestabilan harga dan ketersediaan semen bagi masyarakat Aceh.

Ia meminta PT SBA bersama distributor duduk bersama untuk memetakan jalur distribusi semen, mulai dari pabrik hingga ke pasar. Jika ditemukan adanya persoalan atau permainan pada rantai distribusi, menurutnya harus segera ditindaklanjuti.

“Kita minta untuk dipanggil para distributor, mengingat kondisi hari ini, di mana semen tak hanya langka, tapi harganya cukup melambung,” katanya.

Minta Pemerintah Ikut Turun Tangan

Azhari berharap persoalan kelangkaan dan tingginya harga semen tidak dibiarkan berlarut-larut. Sebab, kenaikan harga semen dapat berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama sektor pembangunan dan kebutuhan konstruksi.

“Kita berharap dengan evaluasi jalur distribusi ini, tidak terjadi lagi kelangkaan semen di pasar dan harga tetap stabil, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga,” pungkasnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait ikut mengawasi tata niaga semen di Aceh. Menurutnya, produksi yang meningkat harus sejalan dengan ketersediaan pasokan dan harga yang wajar di tingkat konsumen.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU