11/08/2026 3:02 PM

Gerak Cepat! Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan untuk 243 Warga Terdampak Kebakaran Aceh Tengah

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE. Foto: tabaca/HO-Humas Setda Aceh

Pemerintah Aceh bergerak cepat merespons kebakaran hebat yang melanda Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (9/8/2026). Sebanyak 96 bangunan terdampak, terdiri dari rumah warga dan berbagai tempat usaha, sementara 60 kepala keluarga atau 243 jiwa ikut terdampak.

Data sementara Pemerintah Aceh mencatat bangunan yang terdampak meliputi usaha sayur-mayur, kelontong, warung makan, apotek, toko emas, konter ponsel, bengkel, toko bangunan hingga usaha jahit. Selain itu, 73 rumah warga turut terdampak dalam musibah tersebut.

Dari 243 warga terdampak, tercatat 111 laki-laki dan 106 perempuan, termasuk 20 balita, lima ibu hamil dan satu penyandang disabilitas. Dua orang juga dilaporkan mengalami luka bakar akibat kejadian tersebut.

Respons Pemerintah Aceh disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, saat menerima laporan langsung dari Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, melalui sambungan telepon pada malam kejadian.

Fadhlullah memastikan Pemerintah Aceh segera menyalurkan bantuan tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.

“Pemerintah Aceh segera mengirimkan bantuan tanggap darurat untuk masyarakat yang terdampak. Kita ingin memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian,” kata Fadhlullah.

Bantuan yang disiapkan mencakup air mineral, biskuit, gula pasir, kecap, mi instan, minyak goreng, sambal dan sarden. Pemerintah Aceh juga menyiapkan tenda serbaguna/dome, perlengkapan dapur, family kit dan kids ware untuk mendukung kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.

Selain bantuan kebutuhan dasar, Pemerintah Aceh telah menyediakan bufferstock sandang serta Bahan Bangunan Rumah (BBR) di gudang logistik kabupaten untuk segera didistribusikan ke lokasi bencana melalui pemerintah kabupaten.

Fadhlullah meminta seluruh proses penanganan di lapangan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, terutama untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dan kelompok rentan terpenuhi.

“Yang paling penting sekarang adalah masyarakat mendapatkan tempat yang aman dan kebutuhan sehari-hari mereka terpenuhi. Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten akan terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan pascakebakaran berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Baitul Mal Aceh juga akan menyalurkan bantuan Rp3 juta per kepala keluarga. Berdasarkan data sementara, bantuan tersebut akan diberikan kepada 73 KK terdampak.

Pemerintah Aceh memastikan penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi dilanjutkan dengan pendataan dan langkah pemulihan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghidupan akibat kebakaran.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU