01/09/2026 10:32 AM

Perkembangan Gempa NTT: 47 Warga Meninggal, Ratusan Rumah Rusak

Personel TNI bersama Basarnas melakukan pencarian korban direruntuhan bangunan dampak gempa M 7,7 yang melanda Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). Foto Puspen TNI

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) menimbulkan dampak besar. Hingga Sabtu malam, 47 warga dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.

Berdasarkan data sementara BNPB per pukul 18.48 WIB, korban meninggal dunia tersebar di enam kabupaten. Rinciannya, 24 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, 3 orang di Sikka, serta masing-masing 1 orang di Manggarai Barat, Ngada, dan Ende.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan proses pendataan dan kaji cepat masih dilakukan petugas gabungan di sejumlah wilayah terdampak.

“Kaji cepat dampak gempa M7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan petugas gabungan,” kata Berton dalam keterangan resmi BNPB, Sabtu (15/8/2026).

Selain korban meninggal, sejumlah warga mengalami luka-luka dan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Ratusan Bangunan Rusak, Bantuan Darurat Dikirim

Data sementara BNPB hingga pukul 17.00 WIB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 rusak ringan.

Gempa turut merusak berbagai fasilitas publik, terdiri dari 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, 5 tempat ibadah, dan 6 kantor, serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Untuk membantu warga terdampak, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan nonpangan ke wilayah bencana. Dari Jakarta, bantuan diberangkatkan melalui Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma dengan total 50 ribu paket atau sekitar 275 ton.

Hingga saat ini, sebanyak 10.500 paket bantuan telah tiba di Baseops. Bantuan tersebut berasal dari Sekretariat Kabinet.

Guncangan gempa juga dirasakan hingga Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima secara umum dilaporkan kondusif.

Sementara di Kepulauan Selayar, BPBD setempat telah mendirikan pos pengungsian di tiga titik, yakni Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate.

BNPB bersama petugas gabungan masih melakukan evakuasi, pendataan, serta penanganan darurat untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU