01/09/2026 10:27 AM

TNI Kerahkan 1.267 Personel Tangani Dampak Gempa Flores

Personel TNI membantu seorang pasien terdampak gempa M 7,7 disebuah Rumah Sakit di Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). Foto: Puspen TNI

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 1.267 personel untuk membantu penanganan dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Gempa utama mengguncang wilayah sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu dini hari. Guncangan kuat sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah, terutama NTT dan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Meski peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir, kenaikan gelombang dilaporkan sempat menerpa sejumlah wilayah pesisir.

Berdasarkan data Pusat Penerangan TNI, pengerahan personel dilakukan di sejumlah kabupaten terdampak. Sebanyak 263 personel berada di Sikka, 105 personel di Ngada, 400 personel di Nagekeo, 120 personel di Ende, 295 personel di Manggarai dan Manggarai Timur, serta 84 personel di Manggarai Barat.

Personel TNI bersama Basarnas, BPBD, instansi terkait dan masyarakat dikerahkan untuk melakukan pencarian serta penanganan korban. Mereka juga membantu proses evakuasi, perawatan korban, hingga penanganan kerusakan akibat gempa.

Selain itu, TNI mendukung pengoperasian posko pengungsian dan dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.

Dalam operasi kemanusiaan tersebut, TNI mengerahkan 89 unit kendaraan, mendirikan 21 tenda lapangan, serta menyiapkan 120 velbed untuk mendukung penanganan korban.

TNI Angkatan Laut juga menyiapkan satu unit helikopter Bell 412 dari Lanudal Juanda untuk mendukung operasi penanggulangan bencana di Flores. Helikopter tersebut disiapkan untuk membantu mobilitas personel serta distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau.

14 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 14 orang meninggal dunia akibat gempa hingga Sabtu pukul 12.30 WIB.

Rinciannya, tiga korban meninggal dunia berada di Kabupaten Sikka, enam orang di Kabupaten Manggarai, dan lima orang di Kabupaten Manggarai Timur.

BNPB juga mencatat dua orang mengalami luka berat dan 11 lainnya luka ringan. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan korban luka dilaporkan berada di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.

“Data korban masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi dan validasi di lapangan,” kata Berton dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Selain korban jiwa, sekitar 2.000 warga mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri setelah merasakan guncangan kuat dan menyusul peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan.

TNI bersama unsur terkait memastikan penanganan terus dilakukan secara terpadu, mulai dari pencarian dan evakuasi korban, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan pengungsi, hingga proses pemulihan wilayah terdampak.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU