01/09/2026 6:48 AM

Kepala BNNP Aceh Ajak Ulama dan Masyarakat Satu Barisan Perangi Narkoba

Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, M.E., memberikan cinderamata kepada Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., saat kunjungannya ke Pendopo Bupati Pidie Jaya, Selasa (18/8/2026) malam. Foto: tabaca/HO-Humas BNNP Aceh

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., mengajak ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat Aceh memperkuat persatuan dalam menghadapi ancaman narkoba.

Menurutnya, perang melawan narkotika bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab bersama yang membutuhkan kekuatan masyarakat dari tingkat keluarga hingga gampong.

Pesan tersebut disampaikan Dedy saat menghadiri acara peusijuek di Pendopo Bupati Pidie Jaya, Selasa malam, (18/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia menerima prosesi peusijuek yang dilakukan Waled Muhammad Azawahiri, Wakil Ketua MPU Pidie Jaya, sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa atas kehadirannya sebagai tamu dan putra Pidie Jaya yang kembali ke kampung halaman.

Di hadapan para tokoh dan masyarakat yang hadir, Dedy menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius terhadap masa depan Aceh, terutama generasi muda.

“Saya mengajak seluruh tokoh Aceh, para ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat Aceh untuk bersatu melawan narkoba. Jangan sampai kita terpecah oleh perbedaan kepentingan. Ancaman narkoba jauh lebih besar dan membutuhkan kekuatan kita bersama untuk menghadapinya,” ujar Dedy.

Bersatu Menghadapi Musuh Bersama

Dedy menyebut Aceh memiliki modal sosial yang kuat. Ulama memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat, tokoh adat memiliki posisi penting dalam menjaga nilai dan kearifan lokal, sementara pemerintah hingga aparatur gampong berada di garis depan pelayanan dan pembinaan masyarakat.

Kekuatan tersebut, kata dia, harus disatukan dalam satu gerakan bersama agar upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kalau kita bersatu, kita akan menjadi kuat. Kalau kita berjalan sendiri-sendiri, ancaman narkoba akan semakin mudah masuk dan merusak generasi kita. Mari kita satukan kekuatan, langkah, dan komitmen untuk menyelamatkan Aceh dari narkoba,” tegasnya.

Ia mengingatkan, perbedaan pandangan dan kepentingan jangan sampai mengalihkan perhatian masyarakat dari ancaman yang jauh lebih besar.

“Jangan sampai kita terpecah, sementara ancaman narkoba terus bergerak. Mari kita fokus pada musuh bersama. Lindungi anak-anak kita, lindungi keluarga kita, dan lindungi masa depan Aceh,” ungkapnya.

Ulama dan Tokoh Adat Jadi Benteng di Tengah Masyarakat

Dedy menilai ulama dan tokoh adat memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap narkoba. Nilai-nilai agama, adat, budaya, dan kearifan lokal dapat menjadi benteng yang kuat untuk mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dari lingkungan terkecil.

Karena itu, BNNP Aceh terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, ulama, tokoh adat, lembaga pendidikan, dayah, pemuda, serta aparatur gampong dalam memperkuat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan. Kita harus membangun benteng mulai dari keluarga, sekolah, dayah, gampong, hingga lingkungan masyarakat. Di sinilah peran ulama dan tokoh adat menjadi sangat penting,” katanya.

Ia menegaskan, pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Semakin kuat kepedulian masyarakat, semakin kecil ruang bagi narkoba untuk berkembang dan merusak kehidupan generasi muda.

Dedy berharap semangat kebersamaan tersebut dapat tumbuh di seluruh kabupaten/kota di Aceh sehingga terbentuk gerakan masyarakat yang kuat, terpadu, dan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman narkoba.

“Mari kita bergandengan tangan. Ulama, pemerintah, aparat, tokoh adat, pemuda, dan seluruh masyarakat harus berada dalam satu barisan. Dengan persatuan, kita kuat. Dengan kebersamaan, kita mampu menghadapi ancaman narkoba dan menyelamatkan generasi Aceh,” pungkasnya.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU