24/09/2026 3:07 PM

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mengundurkan diri dari jabatannya setelah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto. Keputusan tersebut diambil karena Nanik akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

Kabar pengunduran diri itu dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.

“Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirgayuza seperti dikutip pada lama Kompas.com, Rabu (22/7/2026).

Dirgayuza mengaku telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Menurutnya, selama lebih dari satu dekade, Nanik dikenal sebagai sosok yang tidak tinggal diam ketika melihat masyarakat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan.

Ia juga menilai Nanik telah bekerja cepat sejak dipercaya memimpin BGN. Dalam waktu sekitar satu setengah bulan, Nanik disebut berhasil mengidentifikasi berbagai persoalan dan meletakkan fondasi perbaikan di tubuh Badan Gizi Nasional.

Selain itu, kata Dirgayuza, Nanik menyaksikan secara langsung dampak positif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap perekonomian masyarakat. Saat program tersebut berhenti sementara selama tiga pekan masa libur sekolah, petani, peternak, hingga pedagang pasar mengeluhkan hasil produksi yang tidak terserap sehingga sebagian harus dibuang karena kehilangan pembeli.

Nanik sendiri baru dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026). Saat itu, Presiden Prabowo Subianto juga melantik Agustina Arumsari dan Mayjen (Purn) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Melalui akun Facebook pribadinya, Nanik mengungkapkan alasan di balik pengunduran dirinya. Ia mengatakan harus berangkat ke luar negeri untuk menjalani pengobatan jantung.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat,” tulis Nanik.

Ia menegaskan, keputusan berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya terhadap kemampuan dokter di Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh second opinion atas kondisi kesehatannya dan atas rekomendasi dari seorang teman.

Nanik juga mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo karena harus mengundurkan diri demi memulihkan kesehatannya.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nanik mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo berencana membentuk semacam dewan pengawas untuk Badan Gizi Nasional. Ia menyebut dirinya akan dipercaya menjadi ketua dewan tersebut.

“Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia,” tegas Nanik.

Sumber: Kompas.com

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU