24/09/2026 1:26 PM

Unggahan Anak Pejabat Gayo Lues Viral, Nevirizal Sampaikan Permintaan Maaf

Bagian dari foto flexing yang diunggah di media sosial. Foto: Medsos

Unggahan media sosial milik anak Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, Aceh, Nevirizal, menjadi sorotan publik setelah menampilkan momen liburan ke luar negeri serta foto sejumlah jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM). Konten tersebut viral dan memicu beragam tanggapan dari warganet.

Dalam unggahan yang beredar, anak Nevirizal membagikan dokumentasi perjalanan ke sejumlah negara, seperti Korea Selatan, Thailand, dan beberapa negara di Eropa. Selain itu, ia juga mengunggah tangkapan layar percakapan di grup keluarga yang memuat rencana pembelian mobil.

Unggahan lain yang turut menyita perhatian memperlihatkan belasan jeriken yang diklaim berisi BBM tersusun rapi di sebuah ruangan, berdampingan dengan sebuah mobil berwarna hitam.

Unggahan tersebut menuai kritik dari masyarakat karena muncul di tengah kondisi Kabupaten Gayo Lues yang masih dalam proses pemulihan pascabencana. Sejumlah warganet menilai konten tersebut kurang tepat dipublikasikan dalam situasi tersebut.

Menanggapi polemik yang berkembang, Nevirizal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pemerintah atas unggahan yang dibuat anaknya.

“Saya mohon maaf kepada pemerintah dan masyarakat yang tersakiti. Ini memang ketidaksengajaan anak kami, mungkin karena pemikirannya belum sampai ke situ,” ujar Nevirizal.

Ia menjelaskan bahwa foto-foto yang diunggah merupakan dokumentasi lama. Menurutnya, perjalanan ke Korea Selatan dilakukan pada pertengahan 2025 ketika istri dan anaknya mendampingi salah seorang anggota keluarga yang menjalani pengobatan mata. Sementara perjalanan ke Eropa juga tidak diikutinya.

Terkait foto jeriken BBM, Nevirizal membantah adanya penyalahgunaan. Ia mengatakan BBM tersebut dibeli pada Desember tahun lalu saat terjadi kelangkaan bahan bakar untuk mendukung penanganan bencana. “Minyak itu 15 jeriken di-drop di rumah saya untuk penanganan bencana bulan 12 kemarin,” jelasnya.

Nevirizal juga mengakui kurang melakukan pengawasan terhadap aktivitas anaknya di media sosial. Ia mengaku tidak terlalu aktif menggunakan media sosial sehingga tidak mengetahui unggahan tersebut hingga akhirnya viral.

Menurutnya, unggahan itu mulai menjadi perhatian publik pada Selasa (21/7). Sejak saat itu, ia telah meminta anaknya untuk menghapus konten yang menjadi perbincangan.

“Saya sudah perintahkan kepada anak saya jangan ada lagi di-upload. Sekarang saya mengalami tekanan psikologis,” ungkapnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan memunculkan kembali perbincangan mengenai pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial, terutama bagi keluarga pejabat publik yang kerap menjadi sorotan masyarakat.

Sumber: detik.com

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU