24/09/2026 7:57 PM

Pemerintah Aceh Usut Kelangkaan BBM dan Semen, Libatkan Polda

Tim Pemerintah Aceh libatkan Polda Aceh sidak sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk memeriksa ketersediaan stok BBM di Banda Aceh, Kamis (30/7/2026). Foto: Istimewa

Pemerintah Aceh membentuk tim khusus untuk mengusut penyebab kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan semen yang belakangan dikeluhkan masyarakat. Tim ini dibentuk atas arahan langsung Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan melibatkan sejumlah instansi terkait hingga aparat penegak hukum.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan yang sengaja mengganggu distribusi maupun ketersediaan komoditas strategis tersebut.

“Apapun bentuk perbuatannya yang merugikan masyarakat, pasti akan diambil tindakan,” kata Nurlis di Banda Aceh, Kamis (30/7/2026).

Menurut Nurlis, Gubernur telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun untuk membentuk tim yang dikoordinasikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Izra. Tim tersebut turut melibatkan Kepala Dinas ESDM Asnawi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Teuku Adi Darma, serta Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh Zaini.

Sidak BBM Temukan Kejanggalan

Menindaklanjuti laporan kelangkaan BBM, Pemerintah Aceh bersama Polda Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Banda Aceh, Kamis (30/7/2026). Sidak melibatkan Dinas ESDM, Disperindag, dan Biro Perekonomian Setda Aceh.

Hasil pemeriksaan di SPBU Lingke dan SPBU Lambhuk menunjukkan stok BBM masih tersedia dan pelayanan pengisian tetap berjalan normal. Namun, tim menemukan sejumlah kendaraan menggunakan QR Code Subsidi Tepat yang tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan.

Selain itu, petugas juga menemukan kondisi yang dinilai janggal di SPBU Lambhuk.

“Saat petugas tiba di lokasi, banyak kendaraan yang tiba-tiba keluar dari antrean. Hal ini mengindikasikan ada sesuatu yang tidak beres dalam administrasi antrean pengisian BBM,” ujar Nurlis.

Seluruh temuan tersebut telah didata dan akan ditindaklanjuti bersama aparat penegak hukum.

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Aceh memastikan stok BBM dalam kondisi aman. Pertamina juga menyatakan distribusi terus dipercepat agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Selain BBM bersubsidi, stok LPG tabung 3 kilogram juga dipastikan mencukupi.

Meski demikian, Pemerintah Aceh menegaskan pengawasan distribusi akan terus diperketat guna memastikan tidak ada praktik penyimpangan yang merugikan masyarakat.

Produksi Semen Normal, Distribusi Terus Ditelusuri

Selain BBM, Pemerintah Aceh juga mengusut penyebab kelangkaan semen yang terjadi di sejumlah daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Teuku Adi Darma, telah meminta penjelasan kepada PT Solusi Bangun Andalas selaku produsen Semen Andalas.

Berdasarkan keterangan perusahaan, aktivitas produksi berjalan normal tanpa kendala. Namun, dalam beberapa waktu terakhir terjadi lonjakan permintaan di sejumlah wilayah sehingga stok lebih cepat terserap.

Meski demikian, Pemerintah Aceh memastikan penelusuran tidak berhenti di tingkat produsen. Tim akan mengurai rantai distribusi hingga ke distributor dan pengecer untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun penyimpangan.

“Tentu saja jika ditemukan perbuatan yang menyebabkan keresahan di tengah masyarakat akan diambil tindakan dan melibatkan aparat penegak hukum,” kata Nurlis.

Sejauh ini, Pemerintah Aceh menyebut belum menemukan data maupun fakta yang membuktikan adanya permainan atau penyimpangan dalam distribusi BBM maupun semen. Ketersediaan semen dipengaruhi oleh kapasitas produksi, distribusi, dan kelancaran sistem logistik, sedangkan penyaluran BBM mengikuti mekanisme yang ditetapkan pemerintah melalui Pertamina.

Pemerintah Aceh akan terus berkoordinasi dengan Pertamina, produsen semen, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan dan distribusi tetap berjalan lancar. Masyarakat juga diimbau turut berpartisipasi dengan melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan di lapangan.

“Setiap laporan masyarakat akan menjadi bahan verifikasi dan tindak lanjut bersama instansi terkait,” tutup Nurlis.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU