24/09/2026 1:26 PM

Sinergi Pemko Lhokseumawe–Bank Indonesia Diperkuat, UMKM dan Pengendalian Inflasi Jadi Prioritas

Walikota Lhokseumawe, Dr. Sayudi Abubakar, SH., MH., bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yudo Herlambang, saat menerima audiensi pihak Bank Indonesia di Pendopo Walikota Lhokseumawe, Senin (3/8/2026). Foto: Istimewa

Pemerintah Kota Lhokseumawe bersama Bank Indonesia (BI) semakin memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Pengendalian inflasi dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi dua agenda utama yang dibahas dalam audiensi antara Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH, dengan jajaran Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe di Pendopo Wali Kota, Senin (3/8/2026).

Audiensi tersebut dipimpin Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yudo Herlambang, yang didampingi Deputi Kepala Perwakilan Yan Ramerta Putra, Kepala Kehumasan Dwiky Satria, serta jajaran lainnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan laju inflasi, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM.

Selain strategi pengendalian inflasi, kedua pihak juga membahas berbagai peluang kolaborasi untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM. Program pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pasar, hingga penguatan ekosistem ekonomi digital menjadi bagian dari upaya bersama agar UMKM mampu berkembang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, mengapresiasi komitmen Bank Indonesia yang selama ini terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan sektor usaha masyarakat.

Menurutnya, tantangan ekonomi saat ini membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah, otoritas moneter, dan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan ekonomi daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kolaborasi antara Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Bank Indonesia harus terus diperkuat agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan daya saing UMKM, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Sayuti.

Ia menegaskan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjaga ketahanan ekonomi di tengah berbagai tantangan global.

Melalui sinergi yang semakin erat dengan Bank Indonesia, Pemerintah Kota Lhokseumawe optimistis berbagai program pengendalian inflasi dan pengembangan UMKM dapat berjalan lebih efektif. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekonomi daerah yang lebih tangguh, berdaya saing, dan inklusif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU