01/09/2026 11:21 AM

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Dua Orang Tewas di Pelabuhan Sikka

Anggota Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. Foto: Basarnas

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Guncangan berlangsung sekitar satu menit dan membuat warga panik berhamburan keluar rumah. Dua orang meninggal dunia dan satu lainnya terluka akibat gempa tersebut.

BNPB menyebut korban ditemukan di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Dua korban meninggal terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan.

“Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yaitu satu laki-laki dan satu perempuan, serta satu orang mengalami luka-luka,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.

Tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri masih melakukan evakuasi di lokasi. Petugas juga terus mendata kemungkinan korban maupun kerusakan lain akibat gempa.

Gempa terjadi pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo.

Guncangan sangat kuat dirasakan masyarakat di Nagekeo, Sikka dan Manggarai Barat. Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Masyarakat yang berada di kawasan pesisir juga sempat dievakuasi setelah muncul peringatan dini tsunami.

BNPB meminta warga tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah serta informasi resmi BMKG.

“Meski peringatan tsunami sudah dicabut, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjauhi pantai saat ini sebelum nanti ada peringatan lain dari BMKG,” ujar Berton.

Ia juga mengingatkan warga untuk tidak masuk ke bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa.

“Karena ini berpotensi bahaya ketika ada gempa susulan,” katanya.

Gempa utama kemudian diikuti sejumlah gempa susulan. Tercatat gempa Magnitudo 6,2 pada pukul 05.13 WIB, Magnitudo 6,2 pada pukul 05.28 WIB, serta Magnitudo 5,6 pada pukul 05.37 WIB. Sejumlah gempa susulan lainnya juga terjadi dan sementara dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa juga dirasakan hingga Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros.

BNPB masih memperbarui data korban dan kerusakan. Masyarakat diminta tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan melalui kanal resmi pemerintah.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU