28/10/2026 5:26 AM

Aceh Matangkan Jalur Laut ke Malaysia, Pelabuhan Krueng Geukueh Disiapkan

Kapal tanker memasuki area dermaga Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. Aktivitas pelayaran dan bongkar muat di pelabuhan ini menjadi bagian penting dalam konektivitas serta aktivitas perdagangan melalui jalur laut Aceh. tabaca/HO-Pelindo Regional 1

Rencana pembukaan jalur pelayaran internasional yang menghubungkan Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara, dengan Penang, Malaysia, mulai dimatangkan. Pemerintah Aceh bersama sejumlah instansi terkait kini mengecek kesiapan pelabuhan sekaligus merumuskan berbagai kebutuhan teknis dan regulasi untuk merealisasikan konektivitas laut lintas negara tersebut.

Pembahasan dilakukan dalam Rapat Akselerasi dan Tinjauan Lapangan yang melibatkan Dinas Perhubungan Aceh, KSOP Kelas IV Lhokseumawe, Imigrasi Lhokseumawe, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 1 Branch Lhokseumawe, dan PT Pembangunan Aceh (PEMA).

Rapat dipimpin Atase Perhubungan Kementerian Perhubungan RI pada KBRI Kuala Lumpur, Sindu Rahayu.

Menurut Sindu, pembukaan rute Aceh-Malaysia membutuhkan kesiapan lintas sektor, mulai dari kepelabuhanan, keimigrasian, kepabeanan, perdagangan hingga operasional pelayaran.

“Pada prinsipnya, Atase Perhubungan Indonesia di Kuala Lumpur menyambut baik seluruh inisiasi pembukaan rute pelayaran internasional Indonesia-Malaysia ini. Namun, hal-hal krusial terkait keimigrasian, kepabeanan, kaji laksana perdagangan, dan aspek teknis lainnya harus mampu kita formulasikan secara jelas dan implementatif agar dapat disampaikan secara konkret kepada pihak Malaysia,” ujar Sindu.

Setelah rapat, rombongan meninjau langsung fasilitas Pelabuhan Krueng Geukueh. Pemeriksaan mencakup akses jalan, dermaga umum, dermaga Roll-on/Roll-off (Ro-Ro), terminal penumpang, serta sejumlah fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk pelayanan pelayaran internasional.

Dari sisi operator, PT Pelindo Regional 1 Branch Lhokseumawe menyatakan siap mendukung pengembangan rute tersebut.

General Manager PT Pelindo Regional 1 Branch Lhokseumawe, Aulia Rahman, mengatakan kesiapan tersebut mencakup kapasitas pelabuhan, personel, fasilitas, dan dukungan operasional.

“Secara kapasitas, Pelindo sangat siap mengoptimalkan langkah strategis ini. Dari sisi operasional, baik ketersediaan armada, personel maupun fasilitas pendukung, insyaallah kami siap,” kata Aulia.

Bagi Aceh, rencana tersebut bukan sekadar membuka jalur transportasi baru. Konektivitas Krueng Geukueh-Penang diproyeksikan membuka akses yang lebih luas bagi pergerakan orang, barang, perdagangan, logistik dan pariwisata melalui kawasan Selat Malaka.

Pemerintah Aceh berharap jalur tersebut nantinya memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, terutama bagi Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah dan wilayah sekitarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, mengatakan keterlibatan langsung Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai kebutuhan rute internasional tersebut dapat dipersiapkan sejak awal.

“Pemerintah Aceh memberikan apresiasi atas kehadiran langsung Atase Perhubungan untuk memastikan persiapan konektivitas laut antarnegara ini berjalan matang. Kami berharap dukungan penuh dari KBRI di Kuala Lumpur dapat semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Malaysia, sekaligus memperlancar arus transportasi dan perdagangan bagi Aceh,” ujar Teuku Faisal.

Sementara itu, PT Pembangunan Aceh (PEMA) akan mengambil peran dalam pengembangan sisi bisnis dan keberlanjutan rute tersebut.

Direktur Umum dan Keuangan PT PEMA, Tgk. H. Muhammad Nur, mengatakan konektivitas Aceh-Malaysia dapat membuka peluang pengembangan lini bisnis baru sekaligus memperluas pasar bagi daerah.

“Sesuai arahan Gubernur Aceh, PT PEMA diinstruksikan untuk bekerja maksimal dan membangun kolaborasi solid, baik dengan pemangku kepentingan lokal maupun mitra internasional. Ini adalah upaya nyata membuka lini bisnis baru dan menumbuhkan perekonomian daerah,” kata Muhammad Nur.

Pemerintah Aceh bersama seluruh pemangku kepentingan kini melanjutkan pematangan aspek teknis dan koordinasi dengan pihak terkait di Indonesia dan Malaysia.

Jika terealisasi, rute Krueng Geukueh-Penang akan menjadi jalur baru yang menghubungkan Aceh secara langsung dengan salah satu kawasan penting di Malaysia, sekaligus memperkuat posisi Aceh dalam jaringan konektivitas dan aktivitas ekonomi di Selat Malaka.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU