08/08/2026 1:58 AM

Panorama Puncak Gunung Geurutee, Pesona Pemikat dari Ujung Barat Aceh

Tak banyak tempat yang mampu membuat orang rela menghentikan perjalanan hanya untuk menikmati keheningan. Namun, Puncak Gunung Geurutee adalah pengecualian. Berada di jalur nasional Banda Aceh–Calang, kawasan ini menghadirkan panorama yang seolah memaksa setiap pelintas menepi. Dari ketinggian, hamparan biru Samudra Hindia berpadu dengan gugusan bukit hijau dan pulau-pulau kecil, menciptakan bentang alam yang begitu memesona hingga sulit dialihkan pandangan.

Saat mentari pagi mulai menghangatkan langit Aceh, kabut tipis perlahan tersibak dari lereng pegunungan. Sedikit demi sedikit, panorama Geurutee menampakkan diri bak tirai yang dibuka di atas sebuah panggung megah. Laut membentang luas tanpa batas, ombak berkejaran menuju pantai, sementara semilir angin pegunungan membawa kesejukan yang membuat siapa pun ingin berlama-lama menikmati setiap detiknya.

Di gardu pandang yang menjadi titik favorit wisatawan, waktu seolah berjalan lebih lambat. Deretan kendaraan silih berganti berhenti, bukan karena perjalanan melelahkan, melainkan karena pesona alam di hadapan mereka terlalu indah untuk sekadar dilewati. Kamera memang mampu mengabadikan pemandangan, tetapi keagungan Geurutee hanya benar-benar bisa dirasakan ketika berdiri langsung di atas puncaknya.

Bagi Amri, salah seorang pengunjung, setiap perjalanan melintasi Gunung Geurutee selalu menghadirkan pengalaman yang tak pernah membosankan.

“Saya sudah beberapa kali melewati jalur ini, tetapi setiap singgah di Geurutee rasanya seperti pertama kali datang. Pemandangannya luar biasa indah, apalagi saat cuaca cerah. Laut, bukit, dan langit berpadu menjadi panorama yang benar-benar memanjakan mata,” ujarnya.

Menurut Amri, berhenti sejenak di Geurutee sudah menjadi kebiasaan setiap kali melintasi Aceh Jaya. Baginya, beberapa menit menikmati panorama dari puncak mampu menghapus penat setelah menempuh perjalanan jauh.

“Kalau melewati Aceh Jaya, rasanya belum lengkap kalau tidak berhenti di sini. Udara sejuk, pemandangannya menenangkan, dan suasananya membuat pikiran kembali segar. Semoga keindahan alam Geurutee tetap terjaga karena ini salah satu kebanggaan Aceh yang harus kita rawat bersama,” katanya.

Ketika sore menjelang, Geurutee kembali memperlihatkan sisi terbaiknya. Matahari perlahan turun ke balik cakrawala Samudra Hindia, memancarkan cahaya keemasan yang berubah menjadi jingga, merah, hingga ungu. Pantulan warna di permukaan laut menciptakan panorama senja yang begitu dramatis, menghadirkan suasana yang sulit diungkapkan hanya dengan kata-kata.

Banyak pengunjung memilih menikmati momen itu tanpa percakapan. Mereka duduk memandangi laut lepas, membiarkan semilir angin dan debur ombak menjadi satu-satunya suara yang terdengar. Di tempat ini, keheningan justru menjadi cara paling indah untuk merasakan kebesaran ciptaan Tuhan.

Puncak Gunung Geurutee bukan sekadar destinasi wisata atau lokasi singgah bagi para pelintas. Ia adalah wajah Aceh yang memadukan pegunungan dan lautan dalam satu lanskap yang nyaris sempurna. Setiap sudutnya menawarkan pengalaman berbeda, setiap waktu menghadirkan warna yang tak pernah sama, dan setiap kunjungan selalu meninggalkan kerinduan untuk kembali.

Bagi siapa pun yang melintasi jalur barat selatan Aceh, melewatkan Puncak Gunung Geurutee berarti melewatkan salah satu panorama terbaik yang dimiliki Indonesia. Sekali menginjakkan kaki di puncaknya, keindahan itu akan tinggal dalam ingatan—dan diam-diam memanggil untuk kembali suatu hari nanti.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU