08/08/2026 2:00 AM

Kelangkaan Semen Ancam Pembangunan, Wagub Aceh Lapor Mendagri dan Danantara

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, saat mengikuti rapat penanganan pascabencana Hidrometeorologi pada Juni lalu. Foto: Humas Aceh

Pemerintah Aceh meminta dukungan Pemerintah Pusat dan Danantara untuk segera menambah pasokan semen ke Aceh menyusul defisit pasokan yang mencapai sekitar 500 ton per hari atau setara 12.500 sak. Kekurangan tersebut dikhawatirkan menghambat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi serta berbagai proyek pembangunan yang tengah berjalan.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) telah menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, serta kepada CEO Danantara Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan laporan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) agar seluruh kendala yang berpotensi menghambat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi segera ditangani melalui sinergi dengan Pemerintah Pusat dan BUMN.

“Kelangkaan semen ini dapat mempengaruhi proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Aceh,” kata Nurlis di Banda Aceh, Selasa (4/8/2026).

Menurut Nurlis, Mendagri merespons cepat laporan tersebut dan menyatakan akan segera mencari solusi atas persoalan kelangkaan semen di Aceh.

Respons positif juga datang dari Danantara. Laporan Wagub mendapat perhatian Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata yang menyatakan persoalan tersebut menjadi atensi dan akan segera dicarikan jalan keluarnya.

Dalam laporannya, Pemerintah Aceh menjelaskan bahwa kebutuhan semen di Aceh meningkat seiring dimulainya pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta bertambahnya aktivitas pembangunan di berbagai daerah.

Hasil evaluasi Pemerintah Aceh menunjukkan kebutuhan semen kini mencapai sekitar 4.200 ton per hari, sementara pasokan yang tersedia baru sekitar 3.700 ton per hari. Akibatnya terjadi defisit sekitar 500 ton per hari atau sekitar 12.500 sak.

Keterbatasan pasokan tersebut turut memicu lonjakan harga semen di pasaran dari sekitar Rp70 ribu menjadi Rp120 ribu per sak, sehingga mulai membebani masyarakat dan mengganggu pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan.

“Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon dukungan agar penambahan pasokan semen ke Aceh dapat dipercepat sehingga kebutuhan masyarakat serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat terpenuhi, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” ujar Wagub sebagaimana disampaikan Nurlis.

Sementara itu, Pemerintah Aceh juga terus melakukan langkah-langkah penanganan bersama PT Solusi Bangun Andalas (SBA). Dalam rapat evaluasi yang dipimpin Asisten II Setda Aceh Teuku Robby Izra, SBA menyampaikan akan meningkatkan operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II dari 16 jam menjadi 24 jam per hari.

Selain itu, SBA juga menambah pasokan semen curah dari luar Aceh melalui tiga kapal pengiriman. Kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada Minggu (2/8), sementara pengiriman berikutnya akan dilakukan secara bertahap sepanjang Agustus guna memperkuat ketersediaan semen di Aceh.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU