12/08/2026 7:09 PM

Menag Nasaruddin Umar Dorong UIN Ar-Raniry Jadi Penggerak Peradaban Islam Modern

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan kuliah umum dan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Auditorium Prof Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (11/8/2026). Foto: tabaca/HO-Humas UIN Ar Raniry

Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengambil peran lebih besar sebagai penggerak peradaban Islam modern dengan melahirkan generasi yang kuat secara keilmuan, matang secara spiritual, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan kuliah umum sekaligus pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Auditorium Prof. Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (11/8/2026).

Saatnya UIN Menjawab Zaman

Nasaruddin mengatakan, UIN memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan perguruan tinggi umum. Selain menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, UIN juga memiliki peran sebagai institusi dakwah dan pembentukan nilai-nilai keislaman.

“UIN tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keilmuan, tetapi juga sebagai institusi dakwah dan perjuangan,” kata Nasaruddin.

Menurutnya, peran tersebut membuat sivitas akademika UIN memiliki tanggung jawab ganda, yakni menjaga integritas intelektual sekaligus membangun kematangan spiritual.

Ia menilai lulusan UIN tidak cukup hanya menguasai bidang keilmuan masing-masing. Mereka juga harus memiliki kemampuan keagamaan, integritas, serta mampu memberikan manfaat dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

Nasaruddin mendorong UIN Ar-Raniry terus mengembangkan tradisi keilmuan Islam yang mampu berdialog dengan perkembangan sains dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Al-Qur’an, kata Nasaruddin, tidak hanya menjadi pedoman kehidupan umat Islam, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Sivitas akademika didorong berani memperkuat penelitian dan melahirkan pendekatan baru yang mempertemukan khazanah keislaman dengan sains modern.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus menjadi ruang bagi perguruan tinggi Islam untuk memperkuat kontribusinya dalam membangun peradaban yang berlandaskan ilmu, nilai, dan spiritualitas.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah akademisi senior Aceh yang dinilai telah memberikan keteladanan dalam menjaga integritas, keteguhan prinsip, dan tradisi keilmuan.

Kuliah umum dan pembinaan ASN tersebut dihadiri Forkopimda Aceh, pimpinan UIN Ar-Raniry, ASN Kementerian Agama, dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika.

Pada kegiatan itu, Nasaruddin menerima plakat Tugu Iqro dari Rektor UIN Ar-Raniry sebagai simbol pengabdian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan spiritualitas di lingkungan kampus.

(Mus/Zik)

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU