12/08/2026 7:06 PM

Tatap MTQ Nasional, Dinas Syariat Islam Aceh Upayakan Kafilah Tampil Maksimal

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., didampingi Kepala UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (PPQ), Irwan, S.HI., M.Si., memantau kesiapan kafilah Aceh untuk MTQ Nasional XXXI Semarang, di Gedung LPTQ Aceh, Rabu (12/8/2026). Foto: tabaca/HO-DSI Aceh

Kafilah Aceh memasuki fase akhir persiapan menuju Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional. Di tengah persaingan yang semakin ketat, kemampuan teknis dan kesiapan mental peserta terus digenjot agar tampil optimal saat berada di panggung nasional.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., turun langsung memantau Training Center (TC) tahap III di Gedung LPTQ Aceh, Rabu (12/8/2026). Didampingi Kepala UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (PPQ), Irwan, S.HI., M.Si., Misran melihat proses latihan sekaligus berdialog dengan peserta dan pelatih.

Bagi Misran, fase akhir TC bukan sekadar rutinitas pembinaan. Setiap kekurangan harus segera ditemukan, dievaluasi dan diperbaiki sebelum kafilah berhadapan dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Pembinaan mencakup seluruh cabang musabaqah, mulai Tilawah, Tartil, Qira’at, Tahfizh, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).

Dinas Syariat Islam Aceh bersama LPTQ Aceh memperkuat proses tersebut dengan menghadirkan pelatih daerah dan nasional sesuai bidang masing-masing. Di antaranya Ust. Syahril untuk Tahfizh, Ust. Isep Misbah pada Khattil Qur’an, Ustazah Mawaddah untuk Tilawah serta Ustazah Maria Kiftiah pada Syarhil Qur’an.

Misran menekankan agar peserta tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa. Menurutnya, persiapan menuju panggung nasional tidak hanya berbicara tentang kemampuan, tetapi juga keberanian, ketenangan dan kepercayaan diri.

“Kita ingin seluruh peserta benar-benar siap, baik dari sisi kemampuan maupun mental. Manfaatkan TC ini untuk terus berlatih, melakukan evaluasi dan menyempurnakan kemampuan,” ujar Misran.

Ia juga meminta kafilah menjaga disiplin, kesehatan dan konsentrasi. Sebab, penampilan terbaik lahir dari persiapan yang matang dan kemampuan mengendalikan diri ketika menghadapi tekanan kompetisi.

TC tahap III akan berakhir Kamis (13/8/2026). Setelah itu, kafilah Aceh diharapkan membawa hasil pembinaan tersebut ke arena MTQ Nasional dengan satu target utama: tampil maksimal dan memberikan yang terbaik untuk Aceh.

“Kita berharap kafilah Aceh mampu tampil maksimal, menjaga nama baik daerah dan meraih prestasi yang membanggakan. Yang terpenting, mereka dapat menunjukkan kualitas generasi Qurani Aceh dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan akhlak,” kata Misran.

Bagi Aceh, ajang MTQ Nasional bukan hanya soal mengejar prestasi, tetapi juga menjadi panggung untuk menunjukkan kualitas generasi Qurani yang dibangun melalui pembinaan serius, terarah dan berkelanjutan.

Topik

BERITA TRKAIT

BERITA TERBARU